PNWP & KNPB

TANAH PAPUA

TPNPB - OPM

POLHUKAM

NASIONAL & INTERNASIONAL

PNWP & KNPB

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKCHn1YBIJK2OmcZ1A4cvBvsE8amwzBmtnWrJvRmPL2_L-kQfQbZE__c1iVs7pqKS08MkL3mnXUOHJ5xILfuu7yo3g0ei5pLXw_385xjS0regBLco_GohLxUgAlIO6t7_IBpx0C7etbdPM/s1600/
Mantan Ketua umum KNPB Pusat sekaligus juga pendiri KNPB menyampaikan pesan kepada pengurus KNPB wilayah, KNPB Konsulat dan seluh anggota KNPB sorong sampai merauke tetap mempertahankan exsitensi perlawanan terhadap kolonialisme Indonesia di West Papua secara bermartabat dan kosnsiten.

Pendiri KNPB yang kini menjadi ketua Parlemen Nasional West Papua (PNWP) sekaligus juga dewan Komite ULMWP dalam Buchtar Tabuni, mengharapkan agar KNPB tetap mempertahankan perlawanan dan konsisten terhadap agenda hak penetuan Nasib sendiri bagi rakyat Papua Barat.

Selain itu Buchtar Tabuni, menyapaikan kepada seluruh Anggota KNPB bersama rakyat Papua untuk tetap fokus pada pada perjuangan dan terus Mengawal ULMWP, sebagai wada kordinasi yang saat ini menjadi Anggota Obcerver di MSG.
Berikut ini adalah kutipan pesan yang disampaikan oleh Buchtar Tabuni, sebagai pendiri dan mantan Ketua umum KNPB pusat melalui pesan elektonik dari honiara Solomon Island pada tanggal 18 November 2015.

PESAN: Kepada seluruh Crew KNPB di ulang KNPB yang ke-VII pada 19 November 2015.

Kepadamu, seluruh Crew KNPB di penjuruh tanah air West Papua. .Engkau telah menunjukkan kepada lawanmu di pangung demokratis. 
1. Kenakan seragam armimu. 2. Kenakan juga kaca mata hitam ribenmu. Sebagai tanda perlawanan kita melawan penjajahan. 

Alirkan arus ini sebagai sebuah '' SIMBOL PERLAWANAN DAMAI'' yang bermartabat dan bertanggung jawab. Dan tumbuh kembangkan kepada segenap manusia melawan kolonialisme.

Buchtar Tabuni, yang kini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) dari Kepolisian kolonial Indonesia melalui Polda Papua, tersebut juga menyampaikan bahwa, Gaji yang paling mahal bagi aktvis KNPB adalah mati dibunuh, penjarah dan Buronan.

Oleh sebab itu jagan pernah takut teradap ancaman yang dibuat oleh kolonial indonesia,tetapi tetap fokus ikuti komando dan melawan kolonial indonesia secara damai dan bermartabat. 

Akhir dari pesan ini saya sebagai pendiri KNPB sekaligus Matan ketua umum menyampaikan Selamat Merayakan HUT KNPB Ke-7, 19 November 2015. “Salama Revolusi” 

Honiara Solomon Islands 18 November 2015
By.Buchtar Tabuni. Pendiri & mantan Ketua Umum KNPB Pusat
Posted by. SUARA KOTA AWAL OPM dan AGAMA. On. Mnukwar, 28 september 2015
KNPB Mnukwar, Senin 28 September 2015 telah berlangsung sidang ke- 4 yaitu sidang putusan sela atas aktifis kemanusiaan West Papua atas nama, 1. Alexander Nekenem (Ketua KNPB Mnukwar) 2. Yoram Magai (Sekretaris KNPB) 3. Othen Gombo (Angota KNPB) 4. Novinus Umawak (Mahasiswa). Dalam putusan Majelis hakim bahwa sidang akan dilanjutkan dengan pokok perkara yaitu dengan menghadirkan saksi. Sidang lanjutan akan diberlangsungkan pada 5 Oktober 2015.
Awalnya, ke 4 aktifis dikenakan pasal 160 jo 55 tentang PENGHASUTAN. Namun penasehat hukum dari ke 4 aktifis telah mengajukan esepsi (keberatan) atas SURAT DAKWAAN PENUNTUT UMUM senin, 7 September 2015 No. Reg. Perk: PDM-20/MANOK/Ep.2/07/2015. Dalam surat dakwaan tersebut penuntut umum telah mendakwa terdakwa dengan “melakukan, dan yang turut serta  melakukan, dengan lisan atau dengan tulisan menghasut dimuka umum, supaya orang melakukan sesuatu tindak pidana atau melawan kekuasaan dengan kekerasan, supaya jangan menurut suatu peraturan undang – undang atau perintah jabatan, yang diberikan menurut peraturan undang-undang”. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 160 jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.
Dengan demikian esepsi (Keberatan) yang diajukan penasehat hukum dari ke 4 aktifis pada 14 September 2015 dalam sidang ke 2 bahwa “tindak pidana penghasutan bukan delik formil dan telah diubah menjadi delik materil. Dapat dijelaskan bahwa ‘4. Delik yang perumusannya pada suatu akibat yang dilarang dan dihukum pidana, akibat adalah hal yang harus ada. “ selesainya suatu delik materil adalah apabila akibat yang dilarang dalam rumusan delik sudah benar-benar terjadi. Apabila pelaku telah selesai melakukan seluruh (rangkaian) perbuatan yang diperlukan untuk menimbulkan akibat yang dilarang akan tetapi suatu hal akibat yang dilarang tidak terjadi maka belum ada delik, paling jauh hanya percobaan delik”.
Dalam persidangan ke 3 pada senin, 21 September 2015, sidang tangapan Keberatan (Esepsi) oleh jaksa penuntut umum atas keberatan yang diajukan oleh penasehat hukum. Dalam tangapan jaksa penuntut umum memutuskan;
1.Menyatakan surat dakwaan telah disusun sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Dan oleh karenanya surat dakwaan tersebut dapat dijadikan dasar  pemeriksaan perkara ini.
2. Menetapkan eksepsi dari tim penasehat Hukum dinyatakan tidak dapat diterima / ditolak
3. Menetapkan bahwa pemeriksaan perkara ini dilanjutkan.
Selanjutnya sidang akan dilanjutkan 5 oktober 2015 dengan menghadirkan saksi untuk mendengarkan pokok perkara.
Selanjutnya, Rafael Natkime selaku sekjen PRD Mnukwar menilai bahwa peroses peradilan atas ke 4 aktifis berjalan aman namun ia kecewa denan penahanan yang lambatsebab ia menilai tidak ada kesalahan yang dibuat oleh KNPB. “Pada saat aksi belum selesai pihak keamanan sudah membawa lari Alexander Nekenem  dan juga tidak akibat dari aksi tangal 20 mei 2015 yang merugikan Negara ataupun ketentraman dan keamanan umum. Aksi KNPB bukan baru dilakukan. Kami sangat menghormati undang-undang yang berlaku di Indonesia. Jika KNPB melakukan aksi, itu sekedar menyampaikan pendapat dimuka umum dan sudah diatur dalam undang-undan tentang kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum”. Selanjutnya ia juga menambahkan “ ke 4 aktifis segera dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (LP). Dalam persidangan juga telah disampaikan dan diminta oleh ke 4 tahanan kepada Hakim tetapi hakim bilang bicarakan dengan pihak kejaksaan”.
Menangapi soal selebaran saat itu dan penolakan aksi oleh pihak kepolisian bahwa “pihak KNPB telah mengeluarkan surat pemberitahuan tangal 16 September 2015, 4 hari sebelum aksi damai. Kami berpikir bahwa kami hanya masukan surat pemberitahuan aksi sehingga pihak kepolisian hanya hadir untuk mengamankan. Surat penolakan juga kami dapat pada malam hari tangal 19 mei2015 pada malam hari. Sedangkan selebaran dan himbauan sudah kami bagikan ke Rakyat tempo hari”
Baca : Kronologi Aksi, 20 Mei 2015 disisni: http://mnukwarprd.blogspot.co.id Atau
http://mnukwarprd.blogspot.co.id/2015/05/mnukwar-aksi-wpncl-pnwp-dan-nrfpb-di.html







Paulus Dawan Armi KNPB Lengkap (doc)
Timika-KNPBNews, Penangkapan sewenang-wenang terus terjadi di seluruh Tanah Papua Barat, kali ini terjadi kepada seorang aktifis KNPB Wilayah Timika, Paulus Dawan, Penangkapan dilakukan oleh kepolisian POLRES Mimika di Nawaripi-Timika, Papua.

Kronologis singkatnya :

Pada hari sabtu, 29 Februari 2014 kemarin, jam 07.00 malam; Paulus Dawan ditelepon oleh istrinya Ida Wanma untuk di jemputnya di Sempan Kompleks Pasar Damai, dan Paulus Dawan merasa takut karena malam itu lampu padam, maka Paulus bawa dengan parang, alat kerja babat dihalaman rumahnya. Setelah keluar dari rumah dan sekitar SMA Negeri 4 Timika masyarakat Moni juga yang mereka ketemu dan masyarakat Moni itu tangkap Paulus Dawan dan setelah itu Masyarakat Moni telepon kepolisian dan kepolisian datang tangkap Paulus.

Istrinya Paulus Dawan dia cari selama dua hari dari malam minggu sampai hari ini selasa, 01 April 2014 tapi tidak tahu keberadaan suaminya selama dua hari “saya cari Dawan tapi tidak ketemu tadi pagi jam, 07.00 saya mau cari begini ada dua intel datang kasih tahu bahwa Paulus Dawan ada di tahanan POLSEK Mimika Baru. Kata ida meniru kata intel yang datang kasih tahu tadi.

Lanjut Ida bahwa, “Saya tanya ada surat penangkapankah? tapi intel itu diam, katanya. Terus Ida juga menanyakan bahwa, “Baru kamu tangkap karena apa? Kata ida lanjutnya tapi Intel itu tidak jawab. Perempuan Biak ini juga bertanya, “Ada barang bukti? Baru intel itu menjawab “Dia bawa Parang.” Kata Intel. Sampai saat itu Paulus Dawan ada dalam Ruang tahanan POLSEK Mimika Baru.

Polisi tidak biasa menangkap orang yang sedang serang dan menyerang didepan mereka tapi mereka biarkan tetapi Aktifis KNPB ditangkap tanpa prosedur Hukum yang jelas. Tidak menunjukan surat penangkapan, tidak datang kasih tahu keluarganya bahwa Paulus Dawan ditangkap dan masih dalam penjara. Polisi penegak hukum tapi pelanggar hukum. Kasihan Polisi, Kau Polisi ada diujung tombak di Negara ini, menerima nama baik dan nama tidak baik  ada di tangan anda Polisi. Hentikan penangkapan sewenang-wenang.

 http://knpbnews.com/?p=3776
Foto dukungan Aksi Internasional untuk Pembebasan Tapol Napol Papua Barat
Timika-KNPBNews, Tadi siang jam, 02.00 Waktu Timika, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Parlemen Rakyat Daerah Timika bersama Bangsa Papua Barat melakukan Aksi di Tempat dalam rangka mendukung AKSI INTERNASIONAL UNTUK PEMBEBASAN TAPOL NAPOL DI TANAH PAPUA, yang dilakukan oleh 5 (lima) Negara diantaranya ialah, Skotlandia, belanda, Inggris, Australia, dan New Zelandia.

Dalam kegiatan ini diawali dengan doa dan nyayian rohani yang di pimpin oleh Komisi Agama Parlemen Rakyat Daerah Mimika, Pdt. Daniel Bagau, S.Th, dalam penyampaikan khotbahnya menyatakan bahwa “Papua ada dalam rancangan Tuhan, dan Tuhan sudah melihat segala jeritan dan penderitaan Bangsa Papua untuk itu di dunia luar Tuhan sudah kasih buka mata mereka dan sekarang mereka sedang melihat kita.” Dia juga menambahkan bahwa “Kita mengucap Syukur kepada Allah dan menyampaikan kepada Negara-negara yang sedang bersuara bagi kita yang tidak bersuara.” Katanya.

Selanjutnya masyarakat Papua Barat di Timika menyatakan pernyataan, dan pernyataan Sikap dibacakan oleh Wakil Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Timika, tuan Yanto Awerkion, yaitu:
  1. Bangsa Papua di Timika menyampaikan terima kasih atas AKSI INTERNASIONAL UNTUK PEMBEBASAN TAPOL NAPOL DI TANAH PAPUA, yang dilakukan oleh 5 (lima) Negara (Skotlandia, Belanda, Inggris, Australia, dan New Zelandia).
  2. Bangsa Papua di Timika memohon ke lima Negara agar mengunjujungi langsung Tapol Napol yang ada dalam penjara di seluruh Tanah Papua Barat.
  3. Bangsa Papua di Timika Memboikot Pemilihan Presiden 2014 dengan cara tidak ke TPS, karena Bangsa Papua adalah Bangsa Malanesia bukan Bangsa Indonesia (Melayu).
Usai kegiatan masyarakat Papua pulang dengan tertib dan aman.
Berikut Foto-Foto
Foto dukungan Aksi Internasional untuk Pembebasan Tapol Napol Papua Barat
Foto dukungan Aksi Internasional untuk Pembebasan Tapol Napol Papua Barat

Kuburan Macko Tabuni dibakar (Foto,Straky,/K)
Jayapura, KOBOGAUNEWS — Juru Bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Bazoka Logo, mengatakan “ Orang-orang yang membakar pagar kuburan almarhum Musa Makao Tabuni, mantan Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sentani, Pos 7, Jayapura, yang dibakar pada hari Kamis malam (3/4/2014) oleh Orang Tidak Dikenal (OTK), ini merupakan orang yang benar-benar Pro NKRI atau Barisan Merah Putih (BMP) . Minggu,( 06/04/2014), malam.

Kata Jubir KNPB Bazoka Logo , kepada kobogaunewsfree.blogspot.com, Minggu  (06/04/2014) malam “ Kami seluruh Rakyat Papua Barat dan KNPB khususnya setelah mengamati, mengikuti perkembangan Politik West Papua Lokal, Nasional, Regional dan Internssinal, Kami sadar dan Paham tentang usaha apa yang harus di gencarkan oleh kelompok yang tidak ingin Papua Merdeka, sehingga mereka membakar pagar macko tabuni dengan alasan atau berusaha untuk memancing emosi Parah aktivis KNPB & Rakyat papua barat pada umumnya. 

Kami sadar bahwa tidak ada alasan untuk mengkredikan KNPB dalam mediasi Aspirasi Rakyat Papua menuju Hak Penentuan Nasib Sendiri Bagi Papua Barat, Sehingga musuh sedang berusaha dengan berbagai mana cara untuk mengkambing hitamkan perjuangan papua merdeka yang dimediasi  oleh KNPB .” kata Logo.

Kata  Logo , Pembakar pagar kuburan almarhum Musa Mako Tabuni, mantan Ketua I Komite Nasional Papua Barat (KNPB)  hanya sengaja dilakukan oleh orang-orang pro-kemerdekaan Papua agar Aktivis KNPB terpancing emosi , sebab ini bukan baru saja terjadi  tetapi sudah sering terjadi dan kali ini berujung pada pembakaran pagar kuburan. Lanjutan logo.

Banyak peristiwa yang kami alami dalam Aktivis KNPB sendiri dan beberapa organisasi mahaiswa di papua maupun terhadap Rakyat Papua sendiri ,“ tujuannya hanya  satu bagaimana cara untuk  Kriminalkan Perjuang Papua Merdeka yang di mediasi oleh KNPB di seluruh Tanah Papua Barat, walau itu dilakukan namum kami tidak akan terpancing sedikitpun , “Tegas  Bazoka Logo.(K)

Wenas Kobogau 
 
Nesta Gimbal
 Teriknya mentari menyentuh kalbu
Tak terasa angin merambah rasa
Hanya terasa peluh merambah jiwa

Ku coba melangkah ke sana
Tak jua ku temukan suatu hal
Ku langkahkan kembali kakiku
Tapi ku masih tak temukan sesuatu itu

Saat ku berhenti tuk bersandar
Ku memohon dan berserah
Apa aku di beri sebuah peluang
Tuk bisa hidup nyaman

Oh tuhan…….
Perjuangan ini sungguh meresahkan
Perjuangan ini sungguh membingungkan
Perjuangan ini tak menemukan jalan

Kaki tak kuat untuk melangkah
Jiwa tak kuat untuk bangun
Hati tak sanggup untuk merasa
Otak tak bisa untuk berfikir

Hidupku……….
Kenapa kau ditakdirkan seperti ini
Hanya berharap dari perjuangan yang tak pasti
Hidup ini terasa sangat membingungkan.

PENGORBANAN
Karya : Nesta Gimbal
Ketua KNPB Victor Yeimo (Foto, FB)
Jayapura, KOBOGAUNEWS – Ketua komite Nasional Papua Barat (KNPB) Vicktor Yeimo, KNPB tidak pernah memiliki baik keterampilan , bahan atau keinginan untuk membuat bom atau terlibat dalam aksi teror , yang benar-benar bertentangan dengan ideologi perlawanan sipil dan kekuasaan sipil . kepada Media ini dari dalam terali besi AB Jayapura west Papua melalui sms singkat. Minggu (2/02/ siang.

Informasi yang disajikan oleh polisi tidak kredibel , dan tidak ada penjelasan tentang bagaimana anggota KNPB datang untuk berada dalam kepemilikan peralatan pembuatan bom , atau mengapa / bagaimana mereka telah meninggalkan komitmen mereka untuk kekuasaan sipil, ujar Yeimo.

Menurut Yeimo, Ada baru-baru ini telah eskalasi kampanye lama yang belum terpecahkan "Unknown Persons " penembakan misterius dan pemboman di seluruh Papua , yang dikenal dengan singkatan bahasa Indonesia OTK (yang sekarang Papua kecut memanggil Orang Terlatih Jalan Pintas , atau khusus terlatih Orang ) . Lebih dari 81 tindakan Kekerasan telah terjadi sejak Januari , dan tak ada satupun yang pernah diselidiki oleh Polisi yang bukannya menyalahkan anggota KNPB , meskipun fakta bahwa tidak ada proses pengadilan yang adil atau bukti forensik yang kredibel yang disajikan untuk membenarkan pernyataan ini .

Menurut peneliti, hak asasi manusia di Papua pekan lalu , " Ada juga telah intensifikasi tindakan terorisme yang sedang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu yang menentang perjuangan rakyat untuk keadilan . "

Victor Yeimo mengatakan, "Kami adalah aktivis non - kekerasan di Papua Barat . Kami akan berjuang untuk hak kita kebebasan sesuai dengan cara-cara damai di Papua Barat . Kami menuntut hak kami untuk menentukan nasib sendiri untuk referendum yang akan diselenggarakan di Papua Barat oleh PBB secara damai dan demokratis .

Tentu saja siapa pun yang berusaha untuk terlibat dalam ekspresi bebas , menyerukan Merdeka ( kebebasan ) , memperlihatkan negara dan militer korupsi dan / atau pelanggaran berada di bawah risiko yang signifikan disiksa , hilang , dibunuh atau hanya cukup memiliki seluruh desa mereka dihapus dari peta , tentu sesuatu yang akan meningkat seperti Amerika Serikat dan Australia telah meningkatkan bantuan militer langsung sehingga Indonesia dapat membunuh warga sipil Papua . Menurut anggota KNPB yang selamat penyiksaan keji pada akhir Oktober selama kampanye berburu , Densus 88 petugas mengatakan kepadanya ( dengan pisau di telinganya ) :

"Sebaiknya tidak berani berbicara Merdeka . Jika Anda bergabung di Merdeka pidato maka Anda akan dibunuh seperti teman-teman lain . Berita Merto TV" (W/WK)
 

ARTIKEL & OPINI